GIZI (Nutrition)
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat gizi yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. (I D Nyoman Supariasa, Bachyar Bakri, Ibnu Fajar, Penilaian status gizi, 2002).
Zaman dahulu, banyak pendapat yang beranggapan bahwa semakin 'subur' badan seseorang, maka semakin makmurlah hidupnya. Saat ini, pendapat seperti itu sudah tidak dapat dipakai lagi. Sekarang, banyak orang berbondong-bondong ingin menjadi lebih baik penampilannya. Banyak cara ditempuh untuk melaksanakan hal tersebut. Mulai dari mengikuti diet ketat (hanya makan makanan tertentu), diet plus olah raga sampai program pelangsingan dengan cara 'kilat'.
Berbagai cara penurunan berat badan (BB) tersebut sah-sah saja dilakukan, selama ada di pantau oleh dokter yang kompeten dalam hal ini (dokter Spesialis Kedokteran Olah raga atau dokter Spesialis Gizi Klinik). Kenapa perlu pemantauan dari para pakar? karena ketika diet sebenarnya kita sedang 'memaksa' tubuh untuk menjadi lebih sehat. Pemangkasan jumlah asupan, dari yang biasa makan 2000 kalori sehari, jadi 1500 kalori sehari, bukan hal yang mudah. Dan hal ini sebaiknya tidak dilakukan dengan hanya makan buah, daging atau sayuran saja. Karena sesungguhnya tubuh kita butuh karbohidrat, protein dan lemak (makronutrien) dan vitamin serta mineral (mikronutrien) dalam jumlah cukup, sehingga tubuh dapat melakukan fungsinya dengan baik. Kalau pola makan sudah 'dibetulkan', jangan lupa olah raga yang cukup (3xseminggu @45 menit) guna mengencangkan otot-otot.
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat gizi yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. (I D Nyoman Supariasa, Bachyar Bakri, Ibnu Fajar, Penilaian status gizi, 2002).
Zaman dahulu, banyak pendapat yang beranggapan bahwa semakin 'subur' badan seseorang, maka semakin makmurlah hidupnya. Saat ini, pendapat seperti itu sudah tidak dapat dipakai lagi. Sekarang, banyak orang berbondong-bondong ingin menjadi lebih baik penampilannya. Banyak cara ditempuh untuk melaksanakan hal tersebut. Mulai dari mengikuti diet ketat (hanya makan makanan tertentu), diet plus olah raga sampai program pelangsingan dengan cara 'kilat'.
Berbagai cara penurunan berat badan (BB) tersebut sah-sah saja dilakukan, selama ada di pantau oleh dokter yang kompeten dalam hal ini (dokter Spesialis Kedokteran Olah raga atau dokter Spesialis Gizi Klinik). Kenapa perlu pemantauan dari para pakar? karena ketika diet sebenarnya kita sedang 'memaksa' tubuh untuk menjadi lebih sehat. Pemangkasan jumlah asupan, dari yang biasa makan 2000 kalori sehari, jadi 1500 kalori sehari, bukan hal yang mudah. Dan hal ini sebaiknya tidak dilakukan dengan hanya makan buah, daging atau sayuran saja. Karena sesungguhnya tubuh kita butuh karbohidrat, protein dan lemak (makronutrien) dan vitamin serta mineral (mikronutrien) dalam jumlah cukup, sehingga tubuh dapat melakukan fungsinya dengan baik. Kalau pola makan sudah 'dibetulkan', jangan lupa olah raga yang cukup (3xseminggu @45 menit) guna mengencangkan otot-otot.
No comments:
Post a Comment